“We Are Family, one Spirit, one Tim, to be Succses”
Kita adalah keluarga, satu semangat, satu tim menuju kesuksesan.
KSPMulia Sejahtera dan KP Mulia Sejahtera Jaya mengadakan kegiatan kebersamaan di Nusa Penida dan Nusa Lembongan, yang dinilai mempunyai beberapa destinasi pariwisata menarik untuk dikunjungin. Peserta semua staff ,pengurus, pengawas, berjumlah 72 orang. Kumpul di kantor pusat jam, 4.30, wita. Absensi peserta genap, ada dua kelompok, dibagi dalam dua bus. Tepat jam 5,00 wita Keberangkatan menuju pulau Pelabuhan Serangan . Inti dari kebersamaan adalah menggayung suka cita kegembiraan bersama, membangun komunikasi persaudaraan yang lebih akrab dan harmonis. Tinggalkan segala kelelahan fisik, kejenuhan berpikir ,dan kebebasan segala bentuk rutinitas. Pukul 8.00 pagi, berangkat menuju ke Nusa penida mempergunakan boat Semeru II S2.Tiba dengan selamat di pelabuhan Pulau Nusa Penida jam, 8.45. Panitia memandu kami melewati jalan setapak menyusuri lorong-lorong rumah penduduk, menuju area semi terminal, disana terhampar berbagai jenis mobil dan Skuter. Tour leader, selaku penggerak roda pariwisata siap memberangkatkan para wisatawan. Staf Mulia Sejahtera menyewa 12 mobil. Nusa Penida Island Tour, dimulai jam 10.00 wita menuju Pura Dalam Penataran Ped, staf yang beragama Hindu Melakukan Doa. Selesai doa sarapan pagi, sambil menikmati pemandangan laut Nusa Penida. Jam 11.30 kami beranjak menuju Resto Pramana, untuk makan siang. Selanjutnya kami mau membuktikan apa saja destinasi pariwisata Nusa Penida dan menyaksikan sendiri, alam wisata yang terkenal dari Nusa Penida. Fakta membuktikan bahwa daya tariknya adalah pantainya yang indah dengan pemandangan tebing karang. Samudra laut biru membentang seluas mata memandang luas, hati kagum, objek wisata pantai, yaitu Angel’s beach, Billabong beach, Broken beach, Kelling beach, Kristal bay Beach,. Kami memanjakan mata, memandang rasa puas, sambil memuji Sang pencipta semesta alam raya ini. Sinar matahari mulai redup sore, rasa sejuk menikam kalbu, waktu menunjukan pukul 17,00 beranjak ke Kesary Glory Hotel. Kami dibagi berdua-dua/bahkan ada yang tiga sesuai nomor kamar, berkemas mandi, berenang. Sambil menunggu makan . Setelah makan malam, peserta berkumpul bersama pengurus dan pengawas mengadakan malam refleksi. Topik refleksi adalah Manfaat social ekonomi dan keberadaan dari KSP dan KP Mulia Sejahtera Jaya.Dan bersama-sama melihat sejauh mana kinerja kita di dua lembaga ini. Kehidupan kita di hidupi oleh kedua lembaga ini. Kehadiran dua lembaga ini, di perjuangkan oleh para pendiri dan perintis dengan susah payah, mengorbankan tenaga, pikiran, waktu,bahkan dana. Kurang lebih 5 tahun berjalan mereka bekerja tanpa upah. Mereka tidak mengenal lelah, walaupun ancaman datang silih berganti,dan tahun 2019 virus pandemi Covid19,saat itu,dikatakan “hidup enggan, mati tak mau”. “tekatnya pantang menyerah sebelum berhasil”. Kita sebagai generasi penerus ,tidak saja menyaksikan, tetapi sudah menikmati manfaat dari dua lembaga ini. Selama 22 tahun berlalu ada 9.131 anggota yang kita layani. Mereka memberi kita peluang kerja bagi kita di dua lembaga ini. Karena anggota menantikan hasil dari kinerja kita. setiap Bapak Director managing kedua lembaga yaitu bapak Drs Fransiskus M.Patarruk,S,Pd. Karena itu kejujuran dalam kerja, menjadi kunci keberlanjutan dari kedua lembaga ini. janganlah melakukan “proud” kecurangan. Kegiatan ini membangun Kekuatan kita adalah semangat kebersamaan. Mengikat tali kasih persaudaraan. Mempertajam kerja sama tim.Hindari pikiran yang bernada dikotomi diantara kita.Dalam keheningan malam membakar semua salah dan dosa,dan setiap kita bertobat,sebagai ekspresi hidup baru.Secara personal membuat niat untuk membangun kedua lembaga ini dengan menggerakan semua potensi diri,guna menghidupkan dan mengembangkan keberlanjutan dari KSP dan KSR Mulia Sejahtera. Minggu pagi tanggal 15-9-2024. Peserta yang beragama Kristen dan Katolik mengadakan ibadat hari minggu pada pukul 6.00 wita,yang dipimpin Tarsisius Nahak, sarapan pagi jam7.00 dan tepat pukul 8.00 pagi kami menuju Nusa Lembongan beach. Dan menyebrang dengan tiga boat menuju jembatan kuning Nusa Ceningan hutan bakau, yang luasnya 240 hektar. Peserta membagi diri,ada yang mengelilingi hutan bakau , peserta lain Snorkeling menyelam menyaksikan keindahan alam biuota laut, tebaran ikan-ikan mola dan ikan paus ika hiu. Nusa Penida sungguh indah, Tuhan menunjukan ciptaanNya yang spektakuler panorama alam yang mempesona.
Sejarah dan Nusa Penida Nusa Penida, diceritakan bahwa Nusa Penida berstatus sebagai koloni dari Kerajaan Klungkung. Mengapa disebut Nusa Penida,Menurut imam besar Kerajaan Gegel tetangga dari Pulau Bali datang ke Nusa Penida untuk membersihkan Pulau tersebut dari roh-roh gelap dan mengusir “Macaling”, maka terjadilah pertempuran yang bersifat supernatural, di langit terpancar terang dan gelap,kemudian diberi nama, pulau itu Nusa Penida atau Pulau Pendeta. Jadi sebenarnya sejarah Pulau Nusa Penida di Bali sudah dimulai pada abad ke X; sejak awal sudah ada tulisan-tulisan yang mengenai Nusa Penida telah ditemukan di pilar “Belanjong” yang berasal dari tahun 914 Masehi. Dan Pulau ini menurut prasasti menyebutkan bahwa ekpedisi militer Raja Bali pertama adalah Sri Kesari Warmadewa yang menaklukan Nusa Penida. Dan sekarang secara lembaga administrasi termasuk wilayah Kabupaten Klungkung-Provinsi Bali. Mata pencaharian utama masyarakat Nusa Penida, petani, usaha rumput laut dan Nelayan. Kebutuhan akan air minum ada PAMD dengan penyulingan air laut di Nusa Ceningan dan masyarakat menggali Sumur bor,namun di musim kemarau semua sumur kering. Penduduk Nusa Penida berjumlah 59,500 jiwa. Kecamatan Nusa Penida meliputi tiga gugus Pulau yakni Nusa Penida dengan luas 191,4625 kilo meter persegi.Nusa lembongan ukuran luasnya 8,6875 kilometer persegi, sedangkan Nusa Ceningan luasnya 2.6875 kilo meter persegi. Secara Administarasi kepemerintahan terdiri dari 16 Desa,ada 7 Desa Dinas,dan tiga pulaunya.Wisatawan berselewaran, datang dari berbagai Negara, semua suku bangsa ada di sana. perairan Nusa penida begitu bening biru langit menjadi daya tarik bagi wisatawan pencinta “Snorkeling dari seluruh dunia datang silih berganti.Dan kira-kira pukul 14.00 kembali ke pelabuhan untuk makan siang,sambil menunggu waktu keberangkatan pulang pukul 16.00 wita,panitia mengadakan door prize hiburan dan akhirnya kami tinggalkan Nusa Penida. Kapal Boat yang kami tumpangi melaju kencang menerjang mewalawan ombak yang dasyat. Kami terik histeris, takut, sambil berdoa,akhirnya pukul 17.00 wita boat yang kami tumpangi sandar di pelabuhan sanur dengan selamat. Makan malam pukul 16.00 wita,di pantai sanur. Kegiatan berakhir pulang ke Tabanan, tiba dikantor pusat pukul 20.00 .Pesan dan kesan! Ditengah perjalanan ditemui liku-liku,tawa dan air mata, semua bagian dari cerita kita di nusa penida. Lautan samudra Nusa bergelombang ganas menakutkan diterjal motor boat.Rawut muka suka cita gembira sirna, wajah pucat, cemas kehilangan nyawa dan keluarga.Salah seorang ibu berteriak,jangan teriak, doa-doa,Kata Tuhan Jangan takut pada perubahan,karena disanalah keajaiban saat rencana terbang melayang,kembali hasil dituwai,selamat tiba kembali di Tabanan.* Tarsi.Nahak.

